Yokohama, Tokyo, Shibuya, ingin sekali-kali mampir ke sana.
Setidaknya sekali dalam hidup.
Karena cita dan mimpi tak boleh dipendam, tapi harus diraih.
Aku masih ingat dulu pernah mengenal seorang bocah lelaki adik temanku.
Guraunya nakal, baik kakaknya yang paling tua, maupun kakaknya yang sebaya denganku.
Ternyata adik kecil itu kini sudah besar.
Sudah berusia 18 tahun.
Saat SMA, mencoba OSK Kimia, OSK lolos masuk OSP, ternyata OSP juga lulus lantas masuk OSN. Kabar terakhir kini dia belajar di negara tetangga, Singapura dengan beasiswa dan masih mengejar keikutsertaannya di Olimpiade tingkat Internasional. ICHO, seingatku itu namanya.
Terlampir di facebooknya, dia telah mendapatkan silver medalion, untuk ICHO 2015.
Abu namanya.
Sebagai orang yang pernah mengenalnya dan sekarang masih belum menjadi apa-apa bagi nusa dan bangsa, malu, malu rasanya.
Salah prediksi, kurang analisis, terlalu sering menyimpulkan hipotesis sementara, tanpa perlu uji hipotesis sana-sini. Sudah belajar statistik, tapi masih saja belum bisa menyaring apa yang keluar dari mulut. Belum bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Belum bisa membanggakan orangtua kembali, ya walaupun hidup dijamin PNS...
Tapi tetap saja, belum melupakan masa lalu, masa di mana senang menimba ilmu. Masa percobaan. Entah sekarang semuanya mati, entah mati suri atau selamanya mati.
Mungkin banyak dosa di sana-sini; Astaghfirullah, ampuni. Bulatkan tekad, satukan niat. Amien. Karena di dunia ini tiada hal yang sia-sia.
No comments:
Post a Comment