Pages

Tandurusa

Sunday, 29 May 2016
Karena sudah bekerja, dan mayoritas penduduk yang beragama nasrani, kota hanya akan buka dan memiliki pekan libur di hari sabtu. Hari minggu dikhususkan mereka untuk ibadah. mungkin tidak ada aktivitas lain selain ibadah. Jika kamu berkunjung ke pusat kota, maka hampir semua toko tutup di hari minggu. jadi hari sabtu lah kesempatan kami, aku dan temanku menghabiskan waktu untuk berkeliling-keliling kota Bitung

Karena pagi hari sangat terik ( mungkin karena kota ini timur nya berbatasan dengan laut ) jika keluar pada jam-jam 8 pagi ke atas, akan terasa peluh keringat membasahi sekujur tubuh. Sebaiknya pergi saat setelah siang hari atau sore sekalian. Pukul 15.30 kami siap untuk jalan-jalan.

Sebenarnya kami tidak terlalu tahu akan mengarahkan kemana motor pinjaman ini ke mana, kemudian kami memutuskan berjalan sejauh apa kota Bitung berbatasan. Melaju lurus, dan tanpa henti hingga sampai di sebuah kecamatan, Aertembaga namanya. Aertembaga memang terkenal dengan pelabuhannya. Tak hanya peti kemas, ada juga sarana transportasi pengangkutan manusia ke jawa lewat lautan. Tak bisa membayangkan empat hari tiga malam terombang-ambing di tengah lautan, syukurlah pesawat telah menjangkau daratan utara sulawesi ini, ya walaupun dengan pelayanan dari salah satu maskapai yang terkadang mengecewakan. 

Stasiun adalah sebutan terminal di sini. Angkutan umum terkadang hanya memutar sekilas di Aertembaga kemudian kembali lewat pasar Winenet. Mereka mungkin datang hanya sekadar pergi membeli keperluan dan kembali dari sana. Setelah stasiun, kami belok ke arah pelabuhan, kemudian lurus melewati sebuah perusahaan semen. Merek itu terlihat jelas dari jalanan kami lewati, tertempel depan bangunan pabrik dengan konstruksi menyerupai tabung. Jalan yang dilalui semakin menyempit, seperti jalan setapak, karena belum diaspal, ada kelurahan pateten. 

Lurus lagi, kami melihat kantor BAKAMLA di kanan jalan, kemudian hotel Nalendra di kiri jalan. Lurus lagi, sepertinya kami melihat beberapa gerbang pelabuhan, sehingga kami berbelok ke arah kiri. kemudian ke kanan. 

Terkadang tidak yakin, apakah ini masih kota Bitung, atau sudah masuk kabupaten lain.

Lurus lagi menemukan jalanan naik dan turun cukup curam. Saat turun, kau seharusnya melihat pemandangan di depan mu. Lautan terbentang, terlihat jelas pulau Lembeh, dan ada pulau-pulau kecil di depannya. Sungguh indah rasanya, ingin berlama-lama, sayangnya tidak ada tempat pemberhentian saat turun dari turunan itu. Sampai di bawah melihat sebuah kampus dengan gerbang depan gedung atau atapnya berhiaskan cat warna biru. Di samping kanan bahkan ada lapangan tenis, basket, beberapa fasilitas kampus itu. 

Sayangnya tak ada pemberhentian ke kanan sekadar menikmati indahnya laut dan makan pisang goreng beserta sambal trasi khas Manado seperti di Malalayang. Tempat ini penuh dengan bau amis khas pelelangan ikan.  

Setelah melihat peta, tempat ini ternyata cukup dekat dengan kawasan kebun binatang Tandurusa. Lelah mengemudikan motor, berhenti dan mencoba menikmati apa yang ada di kebun binatang. 

Wisata ini dengan parkir motor ditarik uang sepuluh ribu. Ada binatang Tarsius, binatang endemik Sulawesi Utara. Ia mirip dengan koala, tapi ukurannya sangat kecil, seukuran tikus, bahkan lebih kecil dari ukuran tikus kolong di Jakarta. Matanya besar. Tarsius yang kita amati sedang menempel di pohon bambu. 

Setelah itu kami melihat, kakaktua, elang, dan banyak burung dan binatang lainnya yang tidak diketahui namanya. Sayangnya kebun binatang ini, tidak menyedikan papan keterangan nama-nama hewan ini. 

sesuai dengan namanya juga, ternyata ada kandang besar rusa di sini. Cukup melihat-lihat dan sudah agak sore, kami pamit dengan penjaga kawasan wisata ini.

mungkin itu saja sekilas petualangan kami di Tandurusa.
Read more ...

Jepang, ingin kesana. tapi tapi tapi

Tuesday, 4 August 2015
Yokohama, Tokyo, Shibuya, ingin sekali-kali mampir ke sana.

Setidaknya sekali dalam hidup.
Karena cita dan mimpi tak boleh dipendam, tapi harus diraih.

Aku masih ingat dulu pernah mengenal seorang bocah lelaki adik temanku.
Guraunya nakal, baik kakaknya yang paling tua, maupun kakaknya yang sebaya denganku.
Ternyata adik kecil itu kini sudah besar.
Sudah berusia 18 tahun.

Saat SMA, mencoba OSK Kimia, OSK lolos masuk OSP, ternyata OSP juga lulus lantas masuk OSN. Kabar terakhir kini dia belajar di negara tetangga, Singapura dengan beasiswa dan masih mengejar keikutsertaannya di Olimpiade tingkat Internasional. ICHO, seingatku itu namanya.

Terlampir di facebooknya, dia telah mendapatkan silver medalion, untuk ICHO 2015.

Abu namanya.

Sebagai orang yang pernah mengenalnya dan sekarang masih belum menjadi apa-apa bagi nusa dan bangsa, malu, malu rasanya.

Salah prediksi, kurang analisis, terlalu sering menyimpulkan hipotesis sementara, tanpa perlu uji hipotesis sana-sini. Sudah belajar statistik, tapi masih saja belum bisa menyaring apa yang keluar dari mulut. Belum bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Belum bisa membanggakan orangtua kembali, ya walaupun hidup dijamin PNS...
Tapi tetap saja, belum melupakan masa lalu, masa di mana senang menimba ilmu. Masa percobaan. Entah sekarang semuanya mati, entah mati suri atau selamanya mati.

Mungkin banyak dosa di sana-sini; Astaghfirullah, ampuni. Bulatkan tekad, satukan niat. Amien. Karena di dunia ini tiada hal yang sia-sia.
Read more ...
Wednesday, 22 October 2014
Jakarta, 23 Oktober 2014

Terkadang melawati hidup hanyalah soal waktu. Tidak semua tahu bagaimana cara menikmati hidup dengan cara yang cerdas. Hidup bagi mereka yang berkuasa adalah tentang politik dan uang. Hidup bagi mereka kaum marginal adalah tentang bertahan dan banting tulang. Hidup bagi mereka pemuda terdidik adalah tentang nilai, kelulusan  dan masa depan. Hidup di Kota Metropolis Jakarta, adalah tentang polusi, kemacetan, rumah kaca, banjir, dan pemberitaan awak media pers. Hidup hidup, tanpa moral etika dan nilai semenjak dalam kandungan, sampai sudah nyinyit-nyinyit, engkau penuh dengan perjuangan. Semua itu, demi apakah?
Ketika nanti manusia sampai pada titik elevasi kehidupan, lantas melupakan perjuangannya dan menginginkan titik elevasi lainnya, apakah engkau masih di sana setia menemaninya? Hidup-hidup. Sampai kapan berhenti membuat manusia memujamu? Sampai kapan engkau kan mengingatkan mereka akan musuh utamamu? Mengingat kematian yang sudah lebih dekat..
Hidup.. terima kasih atas waktumu. Hidup berhargaku di Jakarta, adalah ketika kudapat menikmati indah pagiku dengan sang mentari, maaf menyinggungmu.
Read more ...

PMKL STIS 2013

Tuesday, 8 April 2014


haha, video PMKL 2013 :) lets watching ..
Read more ...

Renungan Cheby

Saturday, 29 March 2014
Andai Anda mengerti.

Bagaimana Anda sampai di titik di mana Anda berdiri sekarang.

Anda akan tersadar, bahwa setiap langkah, Anda tidaklah sendiri, selalu banyak orang-orang di belakang Anda yang kan selalu mengayunkan tongkatnya, mengayunkan gemulai tangannya untuk membantu Anda berdiri, TEGAR.

Setegar karang, setegar pohon.

Karang tak kan kuat jikalau tiada mineral-mineral pembentuknya, sedangkan sebuah pohon tiada akan kuat, tanpa sehelai akar jauh menancap di bawah tanah.

Yak teman, terimakasih membuatku bernostalgia akan hal ini malam ini.


.CHEBY. 
Read more ...

Al-Kahfi hal 303-304 ayat 84-110

Thursday, 27 March 2014
Assalammu'alaikum wr wb

Karena tujuan saya membuat blog adalah untuk dakwah,
dan selain itu juga untuk back up beberapa data yang menurut saya sebuah ilmu.

Maka untuk kali pertama saya terpikir untuk share bacaan Surat Al-Kahfi : 84-110, untuk Al-Qur'an yang telah disamakan halamannya oleh departemen agama, bisa dilihat hal 303-304

Surat Al-Kahfi hal 303 : 84-97
Surat Al-Kahfi hal 304 : 98-110

Mungkin saya amatiran, bukan syekh ataupun ustadzah, namun saya hanya ingin bacaan saya dibenarkan,
sumber ilmu ini :
1. Ibunda saya tercinta
2. Masjid Al-Hidayah, masjid yang terletak di jl. Klayatan Gg 2, kec. Sukun, Kota Malang, Prov. Jawa Timur, Indonesia
3. Sebuah Rumah Baca Al-Quran, yang sekarang bersertifikasi Pesantren Utsmani yang terletak di kawasan Condet, Jakarta Timur, Indonesia

Yup, okey Ukh, semoga juga bisa digunakan untuk mengecek bacaan juga
Syukron

Wassalamm'ualaikum wr wb


Read more ...

Ulang Tahun

Sunday, 23 March 2014
Dear Mom,

Selamat ulang tahun yang ke-48, wish all the best for you


from : http://dribbble.com/shots/1223912-Happy-Birthday-Mom


Banyak kata yang mungkin tak bisa kuungkapkan, hanya tuk membalas jasamu bu,
Terimakasih sudah menemani 18 tahun hari-hariku
Juga menjadikanmu panutan baik bagiku
Terimakasih.
Read more ...